TEMU OMK DEKENAT KOBAR SUKAMARA, 16 – 19 JULI 2015: “MENCINTAI KITAB SUCI DAN LITURGI YANG INKULTURATIF”.

Setiap 2 tahun sekali, kegiatan temu Orang Muda Katolik Dekenat Kotawaringin Barat rutin dilaksakan. Tahun ini temu OMK Dekenat Kobar dilaksanakan di paroki Sukamara. Kegiatan ini dilaksanakan di komplek SMAN-1 Sukamara dari tanggal 16-19 Juli 2015. Lewat kegiatan ini OMK khususnya diharapkan dapat terlibat aktif dalam kehidupan menggereja. Tema yang diambil dalam temu OMK Dekenat Kobar tahun ini adalah “MENCINTAI KITAB SUCI DAN LITURGI YANG INKULTURATIF”. Dengan mengangkat tema ini OMK diharapkan dapat mencintai kitab suci, lebih sering membuka dan membaca kitab suci dan menemukan nilai-nilai Injili dan Keutaman kristiani untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mencintai liturgi Inkulturatif Orang Muda Katolik diajak untuk menghargai budayanya sendiri serta dapat menemukan kearifan lokal budaya setempat sehingga dalam berliturgipun mereka dapat menemukan konteksnya. Tema ini juga menjadi tema besar Tahun 2015 dari penjabaran Visi dan Misi lima tahunan Keuskupan Palangka Raya.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 150, termasuk para pendamping, dan berasal dari  4 paroki di Dekenat Kota Waringin Barat yaitu : Paroki St. Paulus Paulus Pangkalan Bun, Paroki  Kristus Raja Semesta Alam Nanga Bulik,  Paroki St. Petrus Sukamara, dan  Paroki St. Josef Kudangan.

Dalam kegiatan ini panitia mengundang tim dari Komisi Kateketik Keuskupan Agung  Pontianak sebanyak 3 orang sebagai narasumber. Tujuannya adalah  agar orang Muda Katolik  lebih mengenal secara mendalam bagaimana cara mencintai Kitab Suci dan mengenal liturgi  yang inkulturatif. Orang Muda Katolik diajak untuk memvisualisasikan perikop Kitab Suci dengan tema tertentu. Visualisasi kemudian ditampilkan dalamlam pentas seni saat malam terakhir. Bagaimana  lewat drama pendek mereka memadukan kebudayaan dan unsur rohani yang menarik dilihat tapi juga kental unsur rohani.

Pada kesempatan berikutnya  RP Andreas Tri Kurniawan, MSF memberikan pemahaman dan kesadaran serta memotivasi Orang Muda Katolik untuk mencintai Kitab Suci sebagai salah satu sumber iman katolik dan mencintai liturgi, karena liturgi bagian dari sumber iman yang diwariskan turun-temurun melalui Tradisi. Pastor Andre juga mengajak Orang Muda Katolik bagaimana bersikap selayaknya orang katolik, bagaimana menjadi orang katolik yang “benar”  dan memiliki nilai lebih. Selain diskusi melalu seminar Orang Muda Katolik Dekenat Kobar juga diajak untuk menemukan berbagai macam nilai seperti : kerja sama, menghargai, tolong-menolong, solider, dan lain-lain dalam acara Out Bond.

Harapannya…..semoga kegiatan seperti ini tidak hanya mempertemukan OMK-Orang Muda Katolik dari paroki-paroki yang berbeda, mendapatkan tambahan teman baru tapi juga dapat menambah pengetahuan tentang Kitab Suci dan liturgi yang inkulturatif. Dan diharapakan peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini dapat membagi pengetahuan yang diterimanya kepada Orang Muda Katolik yang lain. Tuhan memberkati.

~ lusi~

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *