Profil singkat Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun

Pengantar

Paroki Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun termasuk salah satu paroki yang masih tergolong remaja, karena baru lahir 18 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1985. Paroki yang terletak sepanjang jalur sungai Kahayan ini, pada mulanya dirintis oleh para misionaris MSF kemudian dilanjutkan oleh para misionaris SVD. Berkat bimbingan Roh Kudus mereka telah membangun komunitas-komunitas katolik dari desa ke desa, mereka membangun rumah-rumah ibadat yang baru. Kerja keras ini, kemudian mengalami pasang surut karena kurang didukung dengan pembinaan-pembinaan dan persiapan katekumen yang berkelanjutan. Untuk itu dibutuhkan Ora et Labora yang lebih banyak, supaya semakin banyak umat yang kembali ke pangkuan gereja, dengan demikian umat hidup di dalam harapan yang merupakan masa depan yang sesungguhnya.

  1.  Sejarah Singkat Terbentuknya Paroki

Wilayah Paroki Arnoldus Yanssen Kuala Kurun sebelum ditetapkan sebagai paroki pada tahun 1985, merupakan stasi dgereja-kurunari paroki Santa Maria Palangka Raya. Pada waktu itu, Paroki Palangka Raya mencakupi 4 jalur sungai : sungai Kahayan, sungai Rungan, sungai Manuhing dan sungai Katingan. Sebelumnya  wilayah ini dilayani oleh Missionaris MSF, kemudian atas undangan Mgr. F.X. Prajasuta MSF, pada tanggal 8 September 1994 datang para missionaris SVD untuk berkarya di Kalimantan Tengah. Akhirnya wilayah Palangka Raya, diserahkan kepada Kongregasi SVD dan pastor pertama yang berkarya adalah P. Clemens Cletus da Cunha SVD didampingi P. Gabriel Kalen Wujon SVD. Setelah diadakan pemekaran paroki, maka wilayah 4 jalur sungai tersebut menjadi bagian dari wilayah Paroki Kuala Kurun dan Pastor pertamanya adalah P. Clemens Cletus da Cunha SVD.

Menimbang banyak faktor diantaranya medan karya Paroki Kuala Kurun  begitu luas dan demi efektifitasnya karya pastoral, maka pada tahun 1987 jalur sungai Katingan dijadikan paroki dengan pusatnya di Telok atau lebih dikenal Katingan. Kemudian tanggal 9 Desember 1996, wilayah/jalur sungai Rungan/Manuhing juga menyusul dipisah dari paroki Kuala Kurun dan menjadi paroki administratif.

 

  1. Wilayah, Jumlah Umat, Stasi dan Tempat Ibadat

Wilayah Paroki Kuala Kurun dengan luas wilayah 9.232 Km2 ini meliputi enam kecamatan:  Kecamatan Bukit Rawi terdapat 2 (dua) stasi yaitu stasi Parahangan dan stasi Manen Paduran; Kecamatan Banama Tingan terdapat 6 stasi yaitu stasi Lawang Uru (ada gereja), stasi Hanua (ada gereja), stasi Ramang, stasi Tumbang Terusan (ada gereja), stasi Pendawei (ada gereja) dan stasi Pangi; Kecamatan Sepang Simin terdapat 4 stasi yaitu stasi Sepang Kota, Stasi Sepang Simin (ada gereja), stasi Rabauh (ada gereja) dan stasi Kampuri; Kecamatan Kuala Kurun terdapat 3 stasi yaitu stasi Tumbang Tambira, stasi Pendapilang, stasi Tumbang Pejaneng (ada gereja); Kecamatan Tewah terdapat 2 stasi yaitu stasi Tewah dan stasi Tumbang Habaun (ada gereja); Kecamatan Tumbang Miri terdapat 5 stasi yaitu stasi Sungai Riang (ada gereja), stasi Teluk Kenduri (ada gereja), stasi Tumbang Miri; kemudian stasi Napoi dan stasi Batu Karung sudah ditutup seiring berhentinya/ditutupnya perusahaan di wilayah itu.

Di pusat Paroki Kuala Kurun pada tahun 1986 dibangun sebuah gereja yang pada waktu itu kelihatan megah dan indah karena satu-satunya bangunan yang dibuat dari beton dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Namun di usianya yang ke 17 ditahun 2003 ini, gereja yang megah dan indah tersebut, atap gerejanya sudah bocor, plafonnya sudah rusak bangku-bangku dimakan ngengat dan lantainya pecah dimana-mana. Jumlah umat awal tahun 2003 tercatat sebanyak 1.475 jiwa.

 

  1. Para Petugas Pastoral

Clemens Cletus da Cunha SVD, mantan provinsial SVD Prop. Ende 2 periode, saat diutus ke Palangka Raya telah berusia 57 tahun. Walaupun dalam usia yang termasuk tua, P. Cletus memilih masyarakat pinggiran, untuk melanjutkan karya para missionaris MSF, menjadi pelayan umat di Paroki Kuala Kurun. Untuk pembinaan iman umat P. Cletus dibantu para katekis. Para katekis itu ditempatkan di stasi-stasi sebagai guru agama dan memimpin ibadat. Namun dengan dibukanya perusahaan kayu lapis tahun 1990, banyak katekis memilih bekerja di perusahaan tersebut yang menurutnya upah yang diterima bisa untuk biaya hidup dalam sebulan. Katekis yang bertahan sampai tahun 2002, hanya 3 orang saja. Sejak stasi-stasi ditinggalkan oleh katekisnya, ibadat dipimpin oleh ketua umat, oleh seorang guru atau mantan katekis atas permintaan umat.

Seiring dengan berjalannya waktu, usia P. Cletus semakin tua, maka hasil kesepakatan bersama antara pimpinan Keuskupan dan Provinsial SVD Jawa, P. Clemens Cletus da Cunha dibebastugaskan dari segala urusan pastoral paroki Santo Arnoldus Yanssen Kuala Kurun terhitung sejak  1April 1999 dan sebagai gantinya P. Damasenus Satu SVD diangkat sebagai Pastor Paroki sampai dengan tahun 2000. Sejak tahun itu pula Pastor Paroki diganti P. Ludovikus Pake SVD sampai saat ini. P. Ludovikus Pake SVD mantan missionaris yang pernah berkarya di Keuskupan Samarinda selama 10 tahun merasakan tidak asing lagi tinggal dan hidup bersama masyarakat Dayak di pedalaman, dengan sungai dan hutannya. Dalam kebersamaan dan kebersatuan itulah ia dapat turut merasakan dan menghargai adat istiadat dan budaya Dayak.

 

  1. Karya-karya Paroki
  • Di bidang pertanian

Pada waktu P. Cletus masih aktif, ia bukan hanya membangun gereja dan membentuk komunitas basis, ia juga peduli dengan ekonomi umat. Ia bekerjasama dengan pemerintah desa setempat, mendapatkan lahan-lahan yang luas sebagai sarana pertanian yang cocok ditanami karet. Dibeberapa stasi membuka dan mengelola kebun karet ini. Namun yang masih berjalan sampai saat ini hanya di Stasi Hanua dan Stasi Ramang saja. Yang menjadi kendala mereka adalah lahan seluas 42 hektar ini, tidak dapat digarap karena tidak adanya/dimilikinya sarana yang memadai untuk menebang pohon, menggali parit dan pekerjaan lainnya.

  • Di bidang pendidikan

Di pusat Paroki terdapat satu SMU Katolik dan asrama putra – putri untuk menampung anak-anak dari pedalaman yang melanjutkan pendidikan baik di sekolah Katolik maupun di sekolah Negeri. Siswa-siswi yang tamat dari SMU Katolik ada yang menjadi guru, pegawai, dll. Akan tetapi yang tinggal di kampung-kampung juga banyak, tidak sanggup untuk melanjutkan kuliah karena biaya terlalu mahal.

  • Di bidang Pastoral

Pelayanan Sabda dan Sakramen adalah sentral dari semua aktifitas paroki. Kerajaan Allah ialah kerajaan kebenaran, keadilan dan perdamaian harus tetap diwartakan di paroki ini. Umat Katolik Paroki Kuala Kurun boleh dikatakan masih seusia anak remaja. Mereka baru mengenal tatacara ibadat katolik. Sebelum masuk Katolik umat muda ini adalah lebih banyak penganut Kaharingan. Untuk membangkitkan umat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat serta memahami rahasia dan rencana Allah bagi mereka ke depan, dibutuhkan: Kunjungan rutin dari pastor, pembinaan bagi ketekumen, pelatihan dan penataran bagi tokoh/ketua umat. Sebagai petugas pastoral di paroki ini, kami yakin berkat pembinaan dan kerja keras dengan inspirasi Roh Kudus, semua rasa pesimisme bahwa paroki ini tidak punya masa depan akan dapat ditepis.

Optimisme yang sejati ialah membangun kerajaan Allah dan berjalan bersama Dia. Berkat bimbingan Roh Kudus, kedua rasul Agung Petrus dan Paulus telah membangun komunitas-komunitas umat yang beriman dari tidak mengenal Allah menjadi mengenal Allah. Kami yakin SANG GEMBALA YANG BAIK, akan selalu bersama setiap umat dan semua petugas pastoral yang ada di Paroki Arnoldus Yanssen Kuala Kurun.

  1. Penutup

Apa yang paling baik untuk penutup tulisan ini? Ketika saat-saat kami menelusuri batang sungai Kahayan dan melihat hamparan hutan dan menyaksikan umat muda itu sanggup merayakan pesta PASKA dan pesta NATAL setiap tahun dengan iman, harapan dan kerinduan, kami  katakan di sana ada iman. Namun demi masa depan paroki ini kepadamu bersama Paulus kami hanya dapat diteguhkan oleh firman Tuhan: Jangan takut, teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat kami di kota atau di desa-desa di Kuala Kurun ini. (Kis: 18:9-10).

 

You may also like...

2 Responses

  1. Maria Astuti Rahayu Ningsih says:

    bagaimana dengan jumlah wilayah stasi dan profil stasi yang ada di paroki St. Arnoldus Jansen saat ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *